Rektor IAIN Ambon Dipindah Jadi Direktur Madrasah

UmmatOnline.Net–Menteri Agama Suryadharma Ali memindahkan pejabat Rektor IAIN Ambon Prof Dr Dedi Djubaedi M.Ag menjadi Direktur Pendidikan Madrasah.  Bersamaan juga dilantik beberapa pejabat di lingkungan Pendidikan Islam, Litbang dan Diklat serta Kepala Kantor Wilayah Sulawesi Barat dan Sulawesi Utara.

Menurut Menag, promosi dan rotasi pejabat di lingkungan Kementerian Agama adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pembinaan sistem karier dan peningkatan kinerja organisasi Kemenag secara keseluruhan. “Komitmen bersama yang harus selalu kita pegang teguh dalam membina sistem karier pada Kementerian Agama ialah menjunjung tinggi objektivitas dan netralitas,” kata Suryadharma Ali pada sambutan pelantikan di Jakarta, Senin (3/10).

Selain itu lanjut Menag, tidak boleh terpengaruh dalam pertimbangan latar belakang daerah, suku, golonngan, almamater, afiliasi organisasi dan sebagainya. Ia juga berpesan agar terus berupaya memberikan dukungan pembinaan serta mengawal mutu dan reputasi lembaga pendidikan Islam di tanah air di semua jenjang.

“Jangan sekali-kali menganggap bahwa fungsi Kementerian Agama telah maksimal, jika kita bisa memberikan dukungan dan bantuan dalam bentuk alokasi dana pembangunan dan bantuan pendidikan dengan proporsi anggaran pendidikan yang kita sediakan dalam volume yang cukup besar,” kata SDA.

Menurutnya, masih banyak peranan dan fungsi Kemenag yang standar ukurannya bukan cuma dana, namun terkait dengan aspek non-kuantitatif yang lebih luas, termasuk diantaranya upaya kita dalam menjaga citra baik lembaga pendidikan Islam dari isu sektarianisme mazhab, radikalisme bermotif agama, liberalisme pemikiran keagamaan.

Dedi Djubaedi kepada wartawan mengatakan, pergantian posisi jabatan dari Rektor IAIN- pejabat eselon I menjadi direktur (eselon II) bukan masalah. “Yang penting bagaimana bisa melaksanakan program dengan baik,” ujar pria kelahiran Kuningan, Jawa Barat, 20 Maret 1959.

Guru Besar Ilmu Tasawuf ini memulai karir sebagai dosen di IAIN Cirebon, sempat menjadi Direktur Pascasarjana di kampus ini. “Menjadi Rektor IAIN Ambon baru tiga tahun, berakhir tahun 2012,” ujarnya. Ia menamatkan sekolah dasar di Kuningan, lalu melanjutkan studi di Pondok Pesantren Modern Gontor Jawa Timur. Lalu kuliah di IAIN Cirebon sampai sarjana muda. “S1 (strata satu) saya di IAIN (kini UIN) Bandung, S2 dan S3 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” ungkap Dedi.

Memasuki jabatan baru, Dedi mengaku akan mempelajari dulu situasi, disamping itu melanjutkan program yang sudah ada. “Ternyata madrasah lebih banyak yang swasta dari pada negeri. Tapi ide pak Menteri tentang madrasah gratis cukup bagus, kita berupaya merealisasikan itu,” ucapnya.


Menag juga melantik Drs A. Saefuddin MA menjadi Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Prof Dr Dede Rosyada MA sebagai Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Dr Amin Haedari M.Pd sebagai Direktur Pendidikan Agama Islam pada Sekolah dan  Dr Badri Hasan MA sebagai Rektor IAIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi.


Selain itu Dr Hamdar Arraiyah M.Ag sebagai Sekretaris Badan Litbang dan Diklat, Dr Imam Tolkhah, MA sebagai Kapus Litbang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Dr Choirul Fuad Yusuf MA sebagai Kapus Litbang Lektur dan Khasanah Keagamaan, Drs Syaban Mauluddin M.PdI sebagai Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Utara, Drs Mukhlis Latif M.Si sebagai Kakanwil Kemenag Prov. Sulawesi Barat, dan Drs Asmu’i SH, M.Hum sebagai Kepala Biro AUAK IAIN Walisongo Semarang. (kadar santoso)

Berita terkait:

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>