Dirjen Pendis Masih Tunggu Permenag Ijzah Pesantren

Santriwati di sebuah pesantren

UmmatOnline.Net – Hingg kini Dirjen Pendisikan Islam Kementerian Agama RI masih menunggu Peraturan Menteri Agama (Permenag) terkait rencana pemberian ijzah bagi para santri yang belajar di pondok-pondok pesantren.

“Kami masih menunggu Permanag tersebut, sampai saat ini permenagnya belum selesai,” jelas Dirjen Pendis Prof.Dr. Mohammad Ali kepada pers saat menyampaikan keterangan sekitar Kinerja Pendidikan Islam selama setahun  di kantor Kemenag Lt 8 Jakarta, Kamis (21/10) sore.

Pemberian ijazah kepada para santri berkait apabila dikemudian hari santri ingin mencari pekerjaan yang bersifat formal itu. Ditambahkan, para santri yang kebetulan hanya ngaji nantinya diharpkan bisa memperoleh ijazah seperti halnya para siswa madrasah pada tingkatan yang selevelnya seperti MI, MTs dan MA.

“Blangko ijazahnya, nantinya pesantren yang mengajukan berapa banyak blangko ijazah yang dibutuhkan yang ikut ujian setaraf dengan madrasah tadi. Nanti blangko ijazahnya itu disediakan oleh Kemenag,” tuturnya lagi.

Berdasarkan hasil ujian nasional tadi yang lulus itu nanti diberi ijazah oleh kiainya sendiri yang menandatangani. Sama dengan madrasah hanya saja, tambah Ali,  kalau madrasah kepala sekolahnya yang menandatangani ijazah kalau disini kiainya yang tanda tangan.

Untuk rencan ini pihak Kemenag sudah melakukan sosialisasi. Jadi nantinya akan ada ujian nasional hanya diselenggarakan pesantren sendiri. “Karena payung hukum yang berkaitan dengan Permenagnya itu belum selesai, kita belum bisa melaksanakan, mudah-mudahan untuk akhir pelajaran 2011 itu bisa dilaksanakan,” papar Ali.

Dia mengungkapkan, sebetulnya para santri di pesantren itu ada juga yang tidak butuh ijazah. Ia menceritakan, kalau jaman dulu yang namanya santri itu punya jiwa entrepreneurshipnya tinggi sekali. Artinya jarang sekali santri-santri yang ingin bekerja di lembag-lembaga formal.

Tetapi dia menyadari adanya perkembangan jaman sudah lain, dimana para santri pun ingin memasuki dunia kerja pada sektor formal. Dan sektor formal itu, selalu mengukur kemampuan orang itu dengan ijazah yang dimiliki. “Nah inilah yang kita sediakan untuk mereka-mereka itu,” pungkasnya. (nm)

Berita terkait:

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>