6.486 Guru Honorer Kab Bogor Belum Terima Tunjangan

UmmatOnline.Net – Akibat belum menerima surat keputusan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Dirjen PMPTK) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), 6.486 guru non Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Bogor belum menerima tunjangan fungsional guru (TFG).

“Ya. Sebanyak 6.486 guru belum menerima tunjangan fungsional. Tunjangan yang harus mereka terima sebesar Rp 220 ribu perbulan,” ujar Humas Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor Rony Kusmaya.

Menurut Rony, pencairan tunjangan fungsional ini langsung dari pemerintah pusat ke rekening masing-masing guru. “Jadi tidak ke Dinas Pendidikan,” tegasnya.

Disebutkan, kuota guru non PNS penerima tunjangan fungsional tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat. Karena itu, untuk mengusulkannya, Disdik Kabupaten Bogor memvalidasi berdasarkan masa kerja minimal 5 tahun dan memiliki Nomor Unik Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

“Kendala lain yang muncul adalah, banyak guru yang tidak aktif, mutasi serta adanya perubahan penerima tunjangan fungsional,” sambungnya.

Menindaklanjuti kasus tersebut, menurut Rony, Disdik mengambil kebijakan, yakni berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, meminta kepada para guru non PNS untuk tetap mengaktifkan nomor rekening bank, dan memvalidasi ulang data guru.

“Ada kemungkinan, tunjangan fungsional guru non PNS itu dicairkan untuk satu tahun. Tapi kami tetap menunggu informasi selanjutnya dari provinsi,” katanya.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Bogor justeru berbeda. Dinas tidak memiliki data yang pasti tentang jumlah guru yang belum menerima tunjangan tersebut. Dari 2.524 guru penerima dana tunjangan, baru 16 guru yang mengadu ke Disdikpora bahwa mereka belum menerima transfer honor.

“Seharusnya, semua guru, baik yang sudah menerima maupun yang belum menerima,  melapor ke Disdikpora Kota Bogor. Dari Disdik Jabar juga belum ada keterangan,” kata Kasubag Perencanaan dan Pelaporan pada Disdikpora Kota Bogor, Rita Tresnayanti.

Depag Pun Belum Cair
Bukan hanya guru non PNS yang bernaung di bawah Dinas Pendidikan (Disdik), sejumlah guru madrasah yang bernaung di Kementerian Agama (Kemenag) juga mengeluh belum menerima tunjangan fungsional tersebut. Kekesalan guru yang belum menerima tunjangan fungsional juga dirasakan oleh beberapa guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

“Seharusnya, isteri saya sudah menerima tunjangan fungsional sebelum lebaran, seperti guru-guru madrasah yang lainnya. Saat itu, isteri saya masih bersabar, mungkin cairnya setelah lebaran,” kata Sukron, warga Desa Ciderum Bogor.

Yang lebih mengesalkan lagi, kata Sukron, guru-guru madrasah dijanjikan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor akan mendapatkan tunjangan fungsional dua minggu setelah lebaran. “Eh, nyatanya ditunggu-tunggu sampai sekarang, sudah satu bulan lebih belum juga cair,” ujarnya.

Ia mengakui, dua bulan sebelumnya, pihaknya memperoleh informasi bahwa terdapat kesalahan penulisan nama isterinya dalam data penerima tunjangan fungsional. “Padahal cuma satu huruf saja. Kemudian kesalahan itu sudah diperbaiki, tapi tetap saja belum cair,” tukasnya. (jbc)

Berita terkait:

15 Comments

  1. Roni Susan, S.Pd says:

    Semua cuma harapan saja…….capek Nunggu….hanya membebani pikiran saja…

  2. Agus Heryadi says:

    Kapan ya realisasinya?????
    Duh capenya nunggu………..

  3. etik nurlaila says:

    aneh tahun 2010 nama saya tdk tercantum tapi digeser oleh guru yang baru dua tahun mengajar bagaimana ini uptk kecamatan cibinong kab bogor, padahal sdh memberikan data baru……..

  4. Eni says:

    Tfg depag kota bogor th 2011 kpn cair?

  5. joko says:

    yang ngurus belump rofesional……sedangkan yang diurus sudah punya sertifikat profesional, jadinya kedodoran,ya ga cair-cair tunjanganya….wkakakak…bagaimana kalo diganti saja terminologi “tunjangan profesi guru” menjadi “tabrakan” profesi guru…… kalo tabrakan pasti lebih cepet cairnya drpd tunjangan…..ya, to ????

  6. anonim says:

    ada ada aja

  7. Day says:

    Bagi yang masa kerja nya 5 tahun? saya sudah kerja 6 tahun..jangankan TFG, Kesehatan aja ngk dapet…tapi yg masa kerjanya lebih muda dari saya sudah dapet…aneh!!

  8. Eni says:

    Tfg Depag kota bogor thn 2012 kpn cair?

  9. Ervan says:

    coba lebih bijak menyingkapinya, jangan hanya lihat diatas kertas saja
    tapi lihat kenyataan dilapangan

  10. Ervan says:

    coba lihat kelapangan jangan hanya menerima laporan saja ………………

  11. yulia says:

    kenapa tidak ada kejelasan siapa yang harusnya dapat?
    saya yang sudah 7 tahun mengajar belum pernah dapat sementara masa kerja dan usia di bawah saya sudah dapat berulang kali…. Setiap pengajuan selalu saya ikut…tapi tinggal impian…

  12. andi says:

    kenapa tidak ada kejelasan yang mendapat TFG ataupun Tunjangan kesehatan, saya beserta rekan kerja yang lain yang sudah hampir 7 tahun belum mendapatkan TFG ataupun Tunj kesehatan, yang katanya guru honor yang sudah 5 th..
    masalah pendidikan di tempat saya tugas GTT sudah sebagian D2 (yang sedang Kuliah di S1 rata-rata sdh SMT Akhir) dan S1
    tapi kami juga tidak mengerti ada GTT yang belum sampai 5 th sudah mendapat TFG atau Tuj. kesehatan.. Mohon d kroscek ke Lapangan (ke Sekolahnya).

  13. joni says:

    mereka sibuk dng korupsinya masing masing

  14. siti antika says:

    kita juga sebagai guru , butuh dana ,butuh makn…..
    knp tfg g keluar2…..gmn nasib guru2 yg lain yg tidak memiliki pekerjaan sampingan

  15. mohamad rosdiana says:

    katanya yang belum cair pada tahap pertama akan cair pada tahap kedua,tapi mana bukti y..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>