Ditjen Bimas Islam Canangkan SIMBI

UmmatOnline.Net–Guna meningkatkan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bimas Islam, saat ini tengah dilakukan upaya pengembangan sistem informasi yang dinamakan SIMBI (Sistem Informasi Manajemen Bimas Islam). Dengan demikian sistem yang sudah ada di Ditjen Bimas Islam menjadi satu. Di dalamnya ada  aplikasi SIMKAH, sistem jaringan zakat, sistem informasi wakaf.

Hal ini disampaikan Kabag Perencanaan dan Sistem Informasi Ditjen Bimas Islam, Sofyan Sulaiman di Jakarta, Selasa (29/12). “Pengembangan jaringan teknologi informasi di Bimas ini akan berkembang  dengan baik dan pesat jika didukung oleh dana yang memadai,” katanya.. Dan diharapkan dengan sistem yang lebih baik, dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas, misalnya membayar zakat atau wakaf cukup melalui online.

Adapun komponen perangkat keras (hardware) yang dimiliki meliputi server  type IBMxSeries 2 unit dan Client type Workstation 180 unit. Sedangkan koponen perangkat lunak memakai jenis windows type windows server 2000 (2 unit). Juga ditopang oleh jaringan computer (networking) jenis core switch, firewall, distribution switch dan internet router.

Sofyan lebih lanjut mengatakan,  jaringan informasi yang dikembangkan Ditjen Bimas Islam saat ini adalah Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH). Sistem ini mempermudah pencairan data nikah, seperti berapa banyak jumlah kejadian nikah. Jarian informasi KUA Online ini mempunyai manfaat yang sangat besar. “Tapi  baru sebatas di Pulau Jawa, itu pun baru 95 titik,di DKI Jakarta sudah semua,” ujarnya sebagai aplikasi entri data nikah pada Kantor urusan Agama (KUA) Kecamatan.

Untuk mendukung keberadaan KUA Online secara keseluruhan diperlukan infrastruktur di KUA, manajemen, SDM. Perangkat keras dan lunak ini harus saling mengisi sehingga persiapan alat-alat untuk membangun KUA online tidak secara parsial tapi juga komprehensif. “SIMKAH merupakan aplikasi sistem informasi yang dapat memberikan sentuhan langsung kepada masyarakat. Aplikasi ini hadir sebagai imbas arus globalisasi dimana perkembangan teknologi berkembang dengan sangat pesat.”

Selain didukung oleh aplikasi SIMKAH sebagai aplikasinya, kata Sofyan, Ditjen Bimas Islam saat ini telah mempunyai sarana informasi publik berupa website www.bimasislam.depag.go.id yang dimanfaatkan untuk memberikan sentuhan langsung pada masyarakat.

Ditjen Bimas Islam saat ini mengurusi 200 juta penduduk muslim Indonesia, Hal ini merupakan tantangan bagi Bimas Islam dalam rangka meningkatkan pelayanannya. Selain itu Bimas Islam pada tahun 2009 ini didukung oleh 5.035 Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan sebagai ujung tombak pelayan masyarakat.

Dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat saat ini KUA didukung oleh 16.634 orang pegawai seluruh Indonesia yang terdiri dari 9.576 orang pegawai PNS dan 5.887 orang honorer. Dari seluruh pegawai KUA tersebut 6.919 orang adalah pegawai pemegang jabatan fungsional penghulu.

Saat ini Ditjen Bimas Islam sedang berupaya mengantisipasi perkembangan era globalisasi melalui pengembangan teknologi informasi. Beberapa upaya yang sedang dikembangkan antara lain berupa pengadaan dan pengembangan beberapa aplikasi yang berkaitan dengan hisab rukyat, produk halal, zakat dan wakaf.

Sebagai salah satu organisasi tingkat eselon I tersendiri yang terlepas dari Direktorat Jenderal Bimas Islam dan Urusan Haji, Direktorat Jenderal Bimas Islam yang lahir melalui Peraturan Menteri Agama Nomor 3 Tahun 2006 berkewajiban untuk lebih mengintesifkan pelaksanaan tugas bimbingan dan pembinaan masyarakat Islam melalui berbagai program.

Falsafah dari perubahan tersebut adalah bagaimana tugas bimbingan masyarakat Islam dapat dilakukan secara fokus. Dengan demikian diperlukan ketersediaan data yang akurat dan terkini, merupakan langkah awal memulai kerja. Dengan data itulah kita mengukur cakupan kerja, menyiapkan langkah-langkah memprediksi tingkat keberhasilan yang akan dicapai dari waktu yang diperlukan. (Kadar Santoso)

Berita terkait:

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>